BORNEONEWS, Palangka Raya - Bulan Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi pedagang kurma di Palangka Raya. Tak tanggung-tanggung, omzet penjualannya pun meningkat hingga 100 persen dari hari-hari biasanya.
Buah kurma memang menjadi salah satu menu utama untuk dikonsumsi masyarakat saat bulan Ramadan. Teksturnya yang manis, legit dan memiliki banyak manfaat ini, membuat kurma banyak dicari sebagai menu berbuka puasa ataupun saat waktu sahur.
Hal ini pun dirasakan Nooryantie, salah satu pedagang kurma di Pasar Ramadan, kawasan Pasar Kahayan. Beberapa jenis kurma yang dijualnya laris dibeli oleh masyarakat yaitu Kurma Madinah, Kurma Madu, Kurma Mesir dan Kurma Barari. Harga yang dibanderol mulai dari Rp10- Rp 100 ribu.
Rata-rata penghasilannya dari penjualan kurma di tahun ini bisa mengantongi omzet harian mencapai Rp2 juta. Nilai tersebut naik 50 persen dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya yang hanya mengantongi omzet sebesar Rp1 juta.
Sementara itu, Siti Rumiah, salah satu pembeli mengaku dirinya membeli kurma sebanyak lima kilo yang akan digunakan untuk kebutuhan satu bulan puasa bersama keluarganya.
--page
“Beli lima kilo, ya untuk kebutuhan selama satu bulan sekeluarga, ya biasanya kalau Ramadan memang beli kurma di sini, ya konsumsi kurma karena mengikuti sunnah Rasul,” ujarnya.
Diketahui, pemerintah setempat membuka pasar wadai ramadan di 7 lokasi. Yakni di Jalan RA Kartini, Jalan Bali, Jalan Seth Adji, Pasar Kahayan, Pasar Rajawali, Pasar Bondol, komplek sekitar Masjid Salahudin. Semua lokasi ini telah mendapatkan rekomendasi Satgas Covid-19. (HENDRI/B-7)









