BORNEONEWS, Palangka Raya - Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK turut berperan di dalam mendorong aktivitas ekspor yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian di masa pandemi.
"Di dalam Paket Kebijakan Terpadu KSSK, terdapat kombinasi kebijakan antara Pemerintah Kemenkeu dengan Bank Indonesia untuk mendorong aktivitas ekspor," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy, Kamis 7 April 2022.
Pemerintah memberikan fasilitas kepabeanan untuk meningkatkan daya saing ekspor melalui pemberian insentif penangguhan Bea Masuk atau BM dan tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor atau PDRI untuk Kawasan Berikat dan Kawasan Ekonomi Khusus.
"Selain itu melalui fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor atau KITE diberikan insentif pembebasan atau pengembalian BM dan PDRI atas barang dan bahan yang diimpor untuk tujuan diolah, dirakit atau dipasang dan hasil produksinya untuk tujuan ekspor," jelasnya.
Dalam rangka turut mendukung kinerja perbankan sekaligus mendorong intermediasi, pemerintah melakukan penempatan dana di perbankan yang memberikan multiplier effect terhadap penyaluran kredit hingga Rp 458,22 triliun bagi 5,49 juta debitur per 17 Desember 2021.
"Dukungan KSSK terhadap sektor perbankan menjadi bagian dari paket kebijakan dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi melalui intermediasi perbankkan," jelasnya lagi. (TESTI PRISCILLA/B-6)









