PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro melalui rilisnya menyampaikan nilai impor Kalteng selama Februari 2022 mencapai US$ 2,62 juta atau turun sebesar 23,17 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat senilai US$ 3,41 juta.

Penurunan nilai impor ini juga, sejalan dengan volume impor Kalteng selama Februari 2022, yang turun sebesar 42,38 persen atau 3,95 ribu ton, dari 9,32 ribu ton di Januari 2022 menjadi 5,37 ribu ton pada Februari 2022.

"Menurunnya nilai impor ini karena disebabkan oleh turunnya impor non migas yaitu senilai US$ 1,77 juta atau 85,51 persen," kata Eko, Jumat, 8 April 2022.

Selain itu, penurunan impor di Kalteng juga dikarenakan menurunnya impor hasil industri dari kelompok berbagai produk kimia atau katalisator dan kelompok pupuk. Impor total dari hasil industri menurun dari US$ 2,07 juta di Januari 2022 menjadi US$ 0,30 juta pada Februari 2022.

Berbanding terbalik dengan semua itu, impor migas ternyata mengalami peningkatan sebesar 73,13 persen, dari US$ 1,34 juta pada Januari 2022 menjadi US$ 2,32 juta di Februari 2022.

--page

Terjadinya peningkatan impor migas ini karena didorong oleh meningkatnya impor hasil minyak berupa komoditas bahan bakar mineral (aspal). (DONNY D/B-5)