PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro melalui data rilisnya mengungkapkan ada beberapa komoditas yang diimpor Kalteng dari beberapa negara selama Februari 2022.

Komoditas impor Kalteng selama Februari 2022 itu yakni bahan bakar mineral berupa aspal senilai US$ 2,32 juta, berbagai produk kimia berupa katalisator senilai US$ 0,27 juta dan bahan kimia organik berupa asam sitrat senilai US$ 0,03 juta.

"Penurunan nilai impor Kalteng yang sebesar 23,17 persen itu karena dipengaruhi oleh menurunnya impor kelompok pupuk sebesar 100,00 persen, karena Kalteng tidak melakukan impor pupuk pada Februari 2022," sebut Eko, Jumat, 8 April 2022.

Selanjutnya, untuk nilai impor pada kelompok bahan bakar mineral dan kelompok berbagai produk kimia mengalami peningkatan, masing-masing sebesar 73,13 persen impor bahan bakar mineral dan 35,00 persen impor berbagai produk kimia.

Kemudian, jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2021, terjadi peningkatan nilai impor pada Februari 2022 yaitu sebesar 7,38 persen, khususnya kelompok bahan bakar mineral meningkat sebesar 280,33 persen, dari US$ 0,61 juta pada Februari 2021 menjadi US$ 2,32 juta di Februari 2022.

--page

Sementara itu, untuk impor dari kelompok selain bahan bakar mineral, mengalami penurunan yakni berbagai produk kimia sebesar 41,30 persen, pupuk 100,00 persen, mesin/pesawat mekanik 100,00 persen, dan kelompok lainnya yang tidak ada diimpor pada Februari 2022. (DONNY D/B-5)