BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menyebut impor Kalteng selama Februari 2022 berasal dari tiga negara, yaitu Singapura sebesarl US$ 2,32 juta, Jerman US$ 0,27 juta, dan Brazil US$ 0,03 juta.
Diungkapkan, impor dari Singapura berupa bahan bakar mineral dalam bentuk aspal, impor dari Jerman berupa berbagai produk kimia dalam bentuk katalisator, serta impor dari Brazil berupa bahan kimia organik dalam bentuk asam sitrat.
"Apabila dibanding dengan bulan Januari 2022, peningkatan nilai impor terbesar berasal dari Singapura yakni senilai US$ 0,98 juta dalam bentuk aspal," beber, Eko, Jumat, 8 April.
Sementara itu, penurunan nilai impor terbesar terjadi pada Laos dan Australia sebesar 100,00 persen. Hal itu terjadi, karena tidak adanya kegiatan impor yang berasal dari negara tersebut pada Februari 2022.
Selanjutnya, jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya yaitu Februari 2021, impor Kalteng pada Februari 2022 mengalami peningkatan sebesar 7,38 persen.
Impor dari Singapura mengalami peningkatan terbesar yakni senilai US$ 1,71 juta atau sebesar 280,33 persen, itu karena didorong oleh meningkatnya impor kelompok bahan bakar mineral (aspal).
--page
Sedangkan, penurunan terbesar berasal dari Laos dan Negara Lainnya yaitu senilai US$ 1,60 juta atau 100,00 persen, hal ini disebabkan karena tidak adanya kegiatan impor dari Malaysia dan Negara lainnya selama Februari 2022. (DONNY D/B-5)









