BORNEONEWS, Palangka Raya - Buah Pinang memiliki potensi kuat untuk menjadi komoditas ekspor jika dikelola dengan baik. Salah satunya seperti pelaku usaha pinang kering milik Agung di Kota Palangka Raya.
Komoditas buah Pinang kering memiliki potensi ekspor cukup baik dan dibutuhkan di Thailand, India, Iran, China, hingga Pakistan.
Sebagai pengusaha berorientasi ekspor Agung berencana mengirim Pinang dengan total berat 120 ton ke negara India pada bulan April 2022.
“Selain panen sendiri, mendapat supply buah Pinang dari Samuda Kabupaten Kotawaringin Timur,” sebut Agung seperti dikutip dari MMC Kalteng baru baru ini.
Selain wilayah Samuda Agung juga mengaku mendapat pasokan pinang dari Buntut Bali Kabupaten Katingan, Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Seruyan.
--page
Terkait perkebunan buah pinang, diprediksi dari satu hektar lahan dengan jarak 2,5 meter dapat ditanam kurang lebih 1.600 pohon, dari satu pohon dapat dipanen kurang lebih 3 kg dengan masa panen 4 kali setahun. (HERMAWAN DP/B-5)









