PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemprov melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Koperasi dan UKM Kalteng menyatakan dukungannya terhadap potensi ekspor buah pinang kering pelaku UMKM di Kalteng khsusunya Kota Palangka Raya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalteng, Aster Banowaty sangat mengapresiasi pelaku UMKM yang berani berinovasi dan melakukan berbagai terobosan hingga pemasaran dalam upaya mendongkrak perekonomian, terlebih disaat pandemi Covid-19 saat ini.

"Belum lama ini kita ada mengunjungi pelaku usaha produk pinang kering di Palangka Raya namanya Agung. Menurut informasi dari Agung ini, mekera akan mengekspor kurang lebih 120 ton pinang kering ke India, ini sangat bagus dan perlu didukung," katanya, Minggu 10 April 2022.

Dia menjelaskan usaha MKM sungguh sangat luar biasa sebab dengan inovasi yang dilakukan produk lokal Kalteng bisa menembus pasar Internasional. 

Pihaknya siap mendampingi dalam proses Ekspor terutama memberikan layanan Administrasi penerbitan Surat Keterangan Asal/SKA (Certificate of Origin).

"Bahan mentah sudah cukup tersedia di Kalteng ini, sekarang bagaimana kita memperluas pasar, kita akan support melalui jalur formal, dan kita memiliki bidang yang menangani pemasaran luar negeri, semoga ini bisa semakin berkembang kedepan," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalteng, Ati Mulyati menyebut salah satu sektor yang menjadi daya ungkit perekonomian di saat pendemi Covid-19 seperti sekarang ini yaitu pelaku UMKM yang tetap survive dengan berbagai inovasi.

"Sokoguru perekonomian sesuangguhnya yaitu apa yang dilakukan oleh pelaku UMKM, mereka dapat tumbuh dan berkembang dalam situasi apapun, karena azas yang digunakan yakni ekonomi kerakyatan," ucapnya.

--page

Tidak lupa juga pelaku usaha produk pinang kering yang berorientasi ekspor tersebut diimbau, meskipun produk pinang dikirim melalui pelabuhan di provinsi lain, namun agar tetap menggunakan layanan ekspor Bea Cukai di Palangka Raya.

Selain itu juga diimbau, bagi para pelaku usaha baik komoditi pinang kering, kayu gaharu, arang, kopra dan batok kelapa agar bisa membentuk koperasi sebagai wadah komunitas pelaku usaha dalam pengembangan usahanya ke depan. 

Dengan demikian diharapkan akan banyak tumbuh pelaku-pelaku usaha baru dalam menggali dan memanfaatkan potensi sumber daya alam sebagai pertumbuhan ekonomi daerah. (DONNY D/B-6)