BORNEONEWS, Sampit - Volume sampah di Kota Sampit, Kotawaringin Timur, diyakini akan meningkat saat pertengah Ramadan ini. Ini terjadi karena makin tingginya aktivitas masyarkat yang menghasilkan sampah rumah tangga.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, Gatot Ismutarto mengatakan kondisi ini sudah menjadi fenomena tahunan yang pasti terjadi setiap Ramadan.
"Fenomena ini sudah biasa dan hampir terjadi setiap tahunnya di bulan Ramadan,” kata Gatot, Senin, 11 April 2022.
Peningkatan volume sampah di bulan Ramadan ini biasa terjadi sehubungan dengan daya konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat pada momentum tersebut.
"Selain itu juga banyaknya pedagang takjil dadakan yang bermunculan selama bulan Ramadan dan biasanya para pedagang ini menggunakan kemasan sekali pakai untuk produk dagangannya," katanya.
Sebab itu tak heran jika sampah plastik mengalami peningkatan yang signifikan selama Ramadan. Selain sampah plastik biasanya sampah organik seperti kulit kelapa, dan sampah rumah tangga juga mengalami peningkatan.
--page
Kendati demikian, belum ada lonjakan volume sampah signifikan saat ini. Jumlah sampah yang diangkut ke setiap depo di Sampit sejauh ini berkisar 75 sampai 100 ton per hari. (USAY NOR RAHMAD/B-11)









