BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menunjukkan ke arah yang lebih baik. Meski masih ada terkonfirmasi kasus aktif, namun dua kecamatan di Kobar saat ini statusnya zero atau nol kasus aktif Covid-19 dan masuk zona hijau.
Disampaikan oleh Satgas Covid-19 Kobar yang diketuai oleh Bupati Kobar Nurhidayah, bahwa dua kecamatan yang saat ini zero kasus aktif Covid-19 yaitu Kecamatan Arut Utara dan Kecamatan Kumai.
"Empat kecamatan di Kotawaringin Barat terdapat kasus terkonfirmasi Covid -19, dengan peta zona risiko berwarna kuning, untuk kecamatan Arut Utara dan kecamatan Kumai peta zona risiko berwarna hijau dengan nol kasus," kata Nurhidayah, Senin, 11 April 2022.
Kemudian, disampaikan juga bahwa dalam satu minggu penambahan kasus terkonfirmasi positif masih terjadi, namum dengan jumlah kasus harian reltative sedikit atau semakin berkurang.
Kasus harian tertinggi terjadi pada tanggal 8 April 2022, sebanyak 3 kasus. Kasus terkonfrmasi positif pada 10 April 2022 dari kecamatan Arut Selatan 3 kasus, kecamatan Arut Utara 0 kasus, kecamatan Kotawaringin Lama 1 kasus, kecamatan Kumai 0 kasus, kecamatan Pangkalan Banteng 1 kasus dan kecamatan Pangkalan Lada 2 kasus.
--page
"Kasus sembuh pada periode ini terlihat pada grafik lebih tinggi dari kasus terkonfirmasi positif, kecuali tanggal 8 April 2022 angka kesembuhan nol," ungkapnya.
Sedangkan kasus terkonfirmasi pada angka 3. Pada periode ini angka kematian bertambah 1 dalam sepekan. Sehingga angka CFR kembali meningkat. Meskipun kasus terkonfirmasi positif di Kotawaringin Barat dalam sepekan masih terus terjadi, namun angka kesembuhan meningkat signifikan.
Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2022, Kabupaten Kotawaringin Barat berada pada level 2 PPKM. Masyarakat tetap diharapkan untuk waspada dan tetap menjalankan protokol kesehatan dan segera melakukan vaksinasi lengkap jika saatnya tiba.
Seiring dengan terus membaiknya kondisi covid-19 di Indonesia, terjadi peningkatan mobilitas masyarakat selama bulan Ramadhan. Bahkan, mobilitas masyarakat saat ini lebih tinggi, dibandingkan sebelum pandemi Covid-19 melanda. Terlebih, pemerintah sudah memperbolehkan masyarakat melakukan mudik setelah dua tahun tertunda.
"Karena itu, ibu mengingatkan, bahwa penting menjaga diri dan lingkungan sekitar, agar tidak memicu lonjakan kasus setelah periode libur nanti. Yakni dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat," pungkasnya. (DANANG/B-5)









