BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah menegaskan untuk beberapa waktu terakhir ini keadaan stok pangan di Kalteng mencukupi bahkan ada beberapa yang surplus.
"Ketersediaan pangan sebagian besar cukup bahkan surplus," kata Penjabat (Pj) Sekda Provinsi Kalteng, Nuryakin.
Namun karena pada bulan Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) komoditas tersebut mengalami defisit sehingga perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi agar tidak terjadi lonjakan harga.
Hal ini terlihat sampai awal April 2022, harga sebagian besar bahan pokok menunjukkan kenaikan harga, terutama komoditas minyak goreng, gula pasir, daging ayam ras.
“Ini menunjukan tren kenaikan dan rawan terjadi tekanan inflasi. Situasi terkait peningkatkan beberapa harga bahan pokok tersebut akan menjadi perhatian dan akan terus dijaga agar tidak naik, serta tetap stabil hingga natal, tahun baru 2023 dan seterusnya,” bebernya.
Nuryakin meminta peran serta dinas terkait dan dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan Kalteng membuka informasi yang dapat mendorong terbukanya aksesbilitas terhadap pangan.
“Dinas Ketahanan Pangan harus membuka informasi harga pasar seluas mungkin kepada masyarakat dan petani, sehingga aksesbilitas terhadap pangan terbuka bagi semuanya,” timpalnya. (HERMAWAN DP/B-11)









