PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Memasuki hari ke 10 Ramadan 1443 Hijriah, volume sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan sebelum ramadan.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Kobar Muhammad Suhendra menyampaikan, di hari biasa, sampah yang masuk ke TPA Translik Desa Pasir Panjang sekitar 60 ton per hari. Sedangkan di bulan Suci Ramadan ini, ada kenaikan dan bisa mencapai 70 ton per hari.

"Memasuki bulan Ramadan ini ada kenaikan sampah 5 sampai 10 ton per harinya dibanding hari-hari biasa," ujar Suhendra pada Selasa, 12 April 2022.

Disebutkannya, peningkatan sampah saat ramadan ini terutama sampah rumah tangga dan sejenisnya, kebanyakan sampah sisa makanan, sisa bungkus makanan dan batok kelapa muda.

Selanjutnya, untuk proses pengangkutan sampah masih berlangsung normal dan terkendali. Pihaknya sudah melakukan penambahan armada angkutan sampah sejak awal 2022 dari pengadaan yang bersumber dari Dana DAK 2021. Di antaranya, Dump Truk sebanyak 2 unit, Truk Armroll sebanyak 2 unit, Kontainer Sampah sebanyak 3 unit, dan Motor Roda 3  (Tossa) Sampah sebanyak 10 unit.

"Proses pengangkutan sampah dengan tonase mencapai 70 ton itu, tidak hanya dilakukan oleh petugas kebersihan, tetapi juga melibatkan  pengelola sampah Kelompok Swadaya Masyarkat (KSM) dan membuang langsung ke TPA," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, DLH Kobar mengimbau agar masyarakat tetap tertib tempat dan tertib waktu pembuangan sampah, terutama yang berlokasi di jalan protokol.

Tertib tempat maksudnya agar bisa membuang sampah ke TPS-TPS Sampah yang telah ditentukan. Sedangkan tertib waktu maksudnya agar membuang sampah pada jam-jam yang telah ditentukan yaitu pada pukul 21.00 WIB sampai denganpukul 05.00 WIB.

"Untuk mengurangi beban petugas kebersihan dan tetap menjaga kebersihan lingkungan kita, kami minta masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan terutama juga tepat waktunya," pungkasnya. (DANANG/B-7)