TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana atau DP3AKB Kabupaten Barito Timur, Simon Biring mengungkapkan angka gagal tumbuh atau stunting pada anak dapat terus ditekan dengan memperkuat kearifan lokal.

"Kondisi pandemi covid-19 selama dua tahun lebih ini memang membuat sebagian keluarga mengalami kesulitan ekonomi yang berdampak pada pemenuhan gizi keluarga namun dengan kearifan lokal pencegahan stunting tetap dapat kita dilakukan," ungkap Simon, Selasa 12 April 2022.

Dia mencontohkan salah satu kearifan lokal di masyarakat Barito Timur selama ini yakni memelihara ayam kampung.

"Setiap keluarga di desa dapat memelihara beberapa ekor ayam kampung untuk menghasilkan telur yang menjadi sumber gizi yang cukup lengkap bagi anak-anak, jadi tidak perlu harus membeli karena ayam kampung bisa dilepas untuk mencari makan sendiri," paparnya.

Masyarakat juga dapat menanam berbagai macam sayuran di sekitar rumah untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan nabati.

"Kita juga kan punya tradisi bikin acara-acara keluarga dengan menu makanan yang beragam, harusnya dalam acara seperti ini ibu hamil dan balita diprioritaskan supaya dapat gizi yang lengkap," ujarnya.

Pihaknya berkolaborasi dengan dinas kesehatan, pemerintah desa maupun pihak swasta untuk langsung mengatasi penyebab terjadinya stunting dengan melakukan intervensi 1000 hari pertama kehidupan atau HPK seperti memperhatikan asupan gizi bagi ibu dan balita, pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan dan imunisasi, pemantauan pertumbuhan bayi dan lain-lain.

--page

"Pada 2018 waktu kita menjadi lokus stunting, saat itu masih 30 persen. Setelah kita intervensi angkanya terus menurun dan saat ini berkisar di 18 persen. Sesuai dengan target nasional, kita menargetkan pada tahun 2024 angka stunting di Barito Timur sudah harus turun hingga 14 persen," tandasnya. (BOLE MALO/B-11)