PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua DPRD Palangka Raya, Sigit K Yunianto mengingatkan pemerintah jangan lalai memperbaiki tata kelola minyak goreng dengan tujuan untuk menuntaskan persoalan tingginya harga belakangan ini sampai akarnya.

Dia mengatakan meski program bantuan langsung tunai (BLT) dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat, tapi pemerintah jangan lalai menuntaskan akar masalah yang sebenarnya. Hal itu diungkapkannya menanggapi program BLT yang diluncurkan pemerintah.

Program ini pasti disambut baik dan dinanti masyarakat kecil. Apalagi, selain minyak goreng, harga-harga bahan kebutuhan pokok seperti gula daging, dan lain-lain juga sudah merambat naik.

Namun tentunya pemerintah tidak boleh mengandalkan program jangka pendek semacam ini. Pemerintah wajib mempersiapkan kebijakan yang berorientasi jangka panjang serta berkelanjutan.

"Pemerintah tetap harus fokus menyelesaikan akar masalah sebenarnya agar kelangkaan dan kemahalan minyak goreng tidak terjadi lagi di kemudian hari," katanya, Rabu 13 April 2022.

--page

Diketahui, pemerintah berencana menyalurkan BLT sebesar Rp. 300 ribu per orang kepada 20,5 juta keluarga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) termasuk pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan makanan gorengan.

Rencananya sebelum Hari Raya Idul Fitri, BLT ini sudah tersalurkan kepada masyarakat yang berhak secara tepat sasaran. Masyarakat diminta untuk mengawasi pelaksanaan penyaluran BLT ini agar tidak disimpangkan untuk tujuan-tujuan yang tidak diharapkan. (HENDRI/B-11)