SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT Pelni) Cabang Sampit menegaskan hingga kini harga tiket kapal laut masih belum ada kenaikan. Hanya saja pemesanan pada sejumlah keberangkatan sementara ditutup karena menunggu dispensasi pusat. 

"Alhamdulillah tidak ada perubahan tiket sudah kami siapkan. Tujuan ke Surabaya Rp 191.500 dan ke Semarang Rp 206.500," tegas Kepala Pelni Cabang Sampit, Muhammad Jabir, Rabu, 13 April 2022. 

Dipastikannya juga bahwa masyarakat yang mudik disarankan membeli tiket ke pihak Pelni ataupun melalui online. Sehingga harga yang didapat sesuai dengan ketentuan. 

Saat ini pihaknya masih menunggu dispensasi pusat. Terkait jumlah pemudik yang boleh diangkut. Sesuai aturan kapal yang digunakan melayani mudi dari Sampit kali ini maksimal boleh mengangkut 920 penumpang. 

"Nah kalau nanti diberi dispensasi kami berani membawa 1.000 penumpang lebih dalam setiap keberangkatan. Tapi jika tidak maka kami akan patuh dengan aturan yang ada," ujarnya. 

--page

Saat ini, terutama untuk keberangkatan tanggal 27 April, sementara pemesanan ditutup karena jumlah penumpang sudah mencapai 900 atau sekitar 98 persen. Namun jika dispensasi diberikan pemesanan di tanggal tersebut akan dibuka kembali. 

Adapun yang perlu diperhatikan calon penumpang selain memrsan tiket adalah memerhatikan kelengkapan syarat perjalanan. Seperti tahapan vaksinasi sesuai anjuran pemerintah, terutama vaksin booster. 

"Karena bagi yang telah menjalani vaksin booster tak perlu syarat tes antigen maupun polymerase chain reaction (PCR)," katanya.

Sedangkan, bagi yang baru menjalani vaksinasi hingga dosis kedua harus menyertakan surat hasil negatif tes antigen yang berlaku 1x24 jam atau tes PCR yang berlaku 3x24 jam. 

Sementara, bagi yang baru menjalani vaksinasi dosis pertama atau belum vaksin sama sekali karena masalah kesehatan, harus menyertakan hasil negatif tes PCR yang berlaku 3x24 jam.

--page

Aturan serupa berlaku untuk anak usia 6 tahun keatas, sedangkan yang dibawah 6 tahun dibebaskan dari syarat vaksin maupun tes kesehatan. (USAY NOR RAHMAD/B-5)