PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin meminta tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) mengoptimalkan pencegahan stunting khususnya di wilayah bantaran sungai.

"Wilayah bantaran sungai menjadi prioritas, kita tidak bicara angkanya berapa persen, tapi harus pencegahannya dioptimalkan agar tidak terjadi. Kalau sudah ada angkanya artinya kita gagal," katanya, Kamis 14 April 2022.

Ia mengungkapkan perputaran ekonomi masyarakat di wilayah bantaran sungai seperti pelabuhan rambang sebenarnya cukup tinggi. Hal ini sesuai dengan data yang disampaikan Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah.

"Namun di lokasi itu juga ada laporan soal anak-anak yang mengalami gizi buruk padahal masyarakatnya termasuk golongan mampu. Artinya, bukan mereka tidak mampu, tapi kurang edukasi terkait pencegahan stunting," ujarnya.

Tim Penggerak PKK sejatinya sebagai mitra kerja Pemerintah mendapat amanat dan tanggung jawab untuk berpartisipasi aktif dalam percepatan penurunan angka stunting di tanah air.

--page

Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting. Untuk itu PKK wajib mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat untuk pemantauan tumbuh kembang anak di 1000 hari pertama kehidupan.

Sebelumnya ia didampingi Ketua TP PKK, Avina Fairid Naparin melantik dan mengukuhkan pengurus tim Penggerak PKK Masa Bhakti 2018-2023. (HENDRI/B-11)