BORNEONEWS, Palangka Raya - Adanya wacana penundaan pemilihan umum (Pemilu) serentak 2024 hingga perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode menjadi pro dkontra masyarakat maupun berbagai kalangan saat ini.
Menanggapi hal itu Ketua DPRD Kalteng, Wiyatno menyatakan sikapnya tak setuju dengan wacana perpanjangan jabatan presiden menjadi 3 periode tersebut bahkan penundaan pemilu serentak 2024.
"Tentu yang kita mau itu, semuanya kembali ke konstitusi. Tidak ada yang namanya penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden. Saya sebagai politisi dari PDIP tidak setuju dengan wacana yang ada itu," ucapnya, Kamis 14 April 2022.
Dia menjelaskan wacana penundaan pemilu merupakan isu yang disuarakan oleh oknum tertentu yang ingin mencari muka pada Presiden Joko Widodo. Oleh karena itu ada baiknya isu tersebut dihentikan dan apabila terus disuarakan, maka akan semakin menjerumuskan.
"Saya hanya ingin meluruskan kembali, wacana ini bukan disampaikam oleh presiden. Bahkan beliau pernah menyampaikan di rapat terakhir bersama para menteri untuk menghentikan pembicaraan mengenai penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden," tegasnya.
Dikatakan, adanya pemilu serentak tentu harus disikapi dengan baik. Pasalnya pesta demokrasi ini merupakan salah satu sarana bagi masyarakat untuk bisa berpartisipasi dalam pembangunan baik nasional maupun daerah.
"Pemilu ini seharusnya menjadi ajang bagi kita berpartisipasi aktif dalam menyelenggarakan pembangunan di Kalteng. Untuk itu saya mengajak seluruh komponen masyarakat agar dapat mensukseskan Pilpres, Pileg, dan Pilkada 2024," tukasnya. (DONNY D/B-6)









