PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengingatkan pentingnya pemenuhan gizi anak.

"Stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada saat 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)," kata Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden, di Palangka Raya Kamis 14 April 2022.

Linae Victoria menilai salah satu faktor penyebab stunting adalah perkawinan usia anak. Perkawinan usia anak tersebut menjadi beban bagi pasangan muda yang belum memiliki penghasilan cukup.

Kurangnya penghasilan tersebut membuat tidak terpenuhi secara optimalnya kebutuhan gizi anak-anak sehingga memicu anak anak terganggu tumbuh kembangnya.

"Banyak perempuan Indonesia yang hamil dalam kondisi yang sebenarnya belum siap sehingga kemungkinan anaknya bisa Stunting," sebut Linae Victoria Aden.

--page

Ia berharap dengan sinergitas antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan lintas sektor dalam rangka percepatan penurunan stunting dan perkawinan usia anak dapat menekan potensi tersebut. (HERMAWAN DP/B-5)