BORNEONEWS, Pulang Pisau - Melejitnya harga minyak goreng di pasaran tak terkecuali di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) menjadi keluhan kalangan masyakarat. Melihat kondisi ini Citra Borneo Indah Group (CBI Gorup) mendukung operasi pasar minyak goreng di sana.
CBI Group bekerjasama dengan Koperasi Kerukunan Warga Buntoi membuka depot penjualan minyak goreng dengan harga Rp13 ribu per liter.
"Yang dijual di depot ini jenis migor curah dengan harga Rp13 per liter. Penjualannya ditargetkan 2 hari dipusatkan di GPU Handep Hapakat, Kota Pulang Pisau," ucap Agustono, Ketua Koperasi Kerukunan Warga Buntoi kepada awak media, Kamis, 14 April 2022.
Dalam segi penyaluran Koperasi bekerjasama dengan Pemkab Pulang Pisau Pisau. Sedangkan minyak didrop dari PT Citra Borneo Utara anak perusahaan CBI Group, sebanyak 25 ton.
Sedangkan, teknis penjualannya masyarakat membeli kupon sesuai nomor antrian dengan estimasi 1000 sampai 2000 kupon yang disediakan.
--page
"Stok minyak goreng curah tersedia ada sebanyak 28.688 ribu liter. Kalaupun nanti kurang stok migornya akan kita tambah," tukas Agustono.
Ia menambahkan, penyaluran minyak goreng jenis curah tersebut khusus Kecamatan Kahayan Hilir dengan undangan beberapa desa di kecamatan setempat.
"Jadi, kami berterimakasih kepada pemerintah khususnya Pemkab Pulang Pisau bersama pihak perusahaan yang sudah bekerjasama untuk mengatasi masalah harga migor di pasaran," ucapnya.
Ketentuan pembelian minyak goreng untuk kalangan rumah tangga dibatasi sebanyak 5 liter dan bagi pelaku usaha kuliner atau UMKM maksimal 30 liter dengan membawa jerigen dilengkapi SKU dari pihak desa/kelurahan.
Sementara pelaksanaannya pun dirangkai dengan vaksinasi dan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan pengawalan TNI-Polri serta Satpol PP kabupaten setempat ditengah ratusan masyarakat yang mengantri minyak Goreng tersebut.
"Kami ucapkan kepada pihak pemerintah daerah dan perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan ini. Dengan ini diharapkan harga minyak goreng di Pulpis dapat stabil," pungkas Mika, salah satu pelaku UMKM yang turut mengantri pagi itu. (ASPRIANTA/B-5)









