BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Kuwu Senilawati meminta kepada pemda, baik itu provinsi, kabupaten dan kota agar bisa memperketat pengawasan pendistribusian minyak goreng di daerah.
Jangan sampai kelangkaan minyak goreng yang sempat terjadi beberapa bulan lalu terulang kembali, sebab hal itu tentu sangat merugikan masyarakat khususnya pelaku UMKM yang usahanya bergantung dengan minyak goreng.
"Sebenarnya saya sempat tidak percaya minyak goreng bisa langka dan mahal di Indonesia termasuk Kalteng yang notabene salah satu penghasil kelapa sawit terbesar, tapi itu terjadi. Jangan sampai hal itu terulang kembali kedepan," katanya, Jumat, 15 April 2022.
Ia menyarankan kepada pemda di Kalteng melalui instansi terkait supaya benar-benar bisa mengantisipasi dengan cepat jika kelangkaan minyak goreng kembali terjadi, namun diharapkan tidak terjadi lagi.
"Distributor atau penyalur minyak goreng di masing-masing daerah harus bisa dipantau serta diawasi. Pengawasan jangan hanya di wilayah perkotaan saja namun juga dilakukan secara merata di seluruh daerah," tegasnya.
Selain itu menanggapi apa yang terjadi beberapa akhir ini, seperti adanya kenaikan harga BBM jebis pertamax, minyak goreng dan sebagainya, ia mengimbau supaya seluruh komponen baik di pemerintahan daerah dan mahasiswa agar bersama-sama mendengarkan penjelasan dari pemerintah pusat.
"Kita sangat memahami apa yang dituntut oleh mahasiswa sampai turut ke jalan beberapa waktu lalu, karena memang kelangkaan minyak goreng dan naiknya harga BBM jenis pertamax ini semakin menyulitkan masyarakat ditengah pandemi ini, namun terlepas dari itu kita harus bisa bersama-sama mendengarkan penjelasan dari pemerintah pusat kenapa itu bisa terjadi," pungkasnya. (DONNY D/B-6)









