BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo menyampaikan berdasarkan data terakhir masih ada 103 desa belum teraliri listrik.
“Desa belum berlistrik pada 2015 sebanyak 267 desa (17,04%), dan untuk triwulan IV tahun 2021 sebanyak 103 desa (6,56%),” sebut Edy dalam Rapat Koordinasi Teknis Pengembangan Kelistrikan seperti dikutip dari MMC Kalteng.
Edy menyebut berdasarkan data tersebut terjadi penurunan untuk desa belum berlistrik 164 desa atau sekitar 10,44 persen.
Untuk desa berlistrik pada 2015 sebanyak 1300 atau 82,96 persen dan untuk kelurahan/desa berlistrik triwulan IV tahun 2021 sebanyak 1468 atau 93,44 persen.
“Sehingga kenaikannya sebanyak 168 desa (10,48 persen),” ungkapnya. Dilaporkan terdapat beberapa usulan di APBN 2023 di antaranya pembangkit listrik tenaga surya terpusat di Kalteng yang tersebar di 23 desa dengan target 12 unit.
Selain itu pembangkit listrik tenaga surya tersebar di Kalteng dengan jumlah 92 desa dengan target 14.291 rumah tangga.
Terakhir, pembangkit listrik tenaga surya rooftop di wilayah Provinsi Kalteng dengan target 50 unit/gedung pemerintah. (HERMAWAN DP/B-6)








