PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yura Djalins mengatakan, akselerasi digitalisasi sistem pembayaran terus ditempuh BI untuk mendorong integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional yang akan mendorong permintaan domestik.

"Permintaan domestik khususnya dari sisi konsumsi rumah tangga, serta percepatan ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien, melalui berbagai upaya," kata Yura pada Jumat, 15 April 2022.

Upaya yang dilakukan menurut Yura, salah satunya ialah perluasan penggunaan QRIS melalui implementasi strategi 15 juta pengguna baru QRIS pada 2022 melalui kolaborasi dengan industri, Kementerian/Lembaga, dan komunitas. Kemudian juga perluasan fitur-fitur QRIS, penyiapan model bisnis dan aspek teknis dalam rangka implementasi QRIS cross border dengan Malaysia.

"Upaya lainnya ialah peningkatan peserta, perluasan layanan, serta akseptasi pemanfaatan BI-FAST untuk transaksi antar bank dan masyarakat yang lebih efisien," tambah Yura.

Selain itu juga, lanjutnya, dilakukan pula intensifikasi program elektronifikasi melalui digitalisasi Bansos, elektronifikasi layanan Pemda khususnya Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), serta integrasi moda transportasi.

--page

"Ketersediaan Uang Rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah NKRI juga dilakukan. Ini diupayakan melalui penguatan strategi digitalisasi dan perluasan distribusi uang, termasuk Program Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke wilayah 3T (Terluar, Terdepan, Terpencil), serta perluasan gerakan Cinta Bangga dan Paham (CBP) Rupiah," beber Yura lagi. (TESTI PRISCILLA/B-7)