BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yura Djalins menyampaikan apa yang harus dilakukan masyarakat untuk membedakan uang palsu dan asli sebagai upaya antisipasi peredaran uang palsu, terutama di bulan puasa ini.
"Yang perlu dilakukan masyarakat saat bertransaksi adalah memeriksa uang rupiah yang diterima," kata Yura pada Sabtu, 16 April 2022.
Caranya, lanjut Yura, adalah dengan cara dilihat, diraba dan diterawang.
"Pada setiap uang rupiah terdapat unsur pengaman untuk mengidentifikasi keaslian uang rupiah," tegasnya.
Dilihat warna uang tersebut apakah jelas dan terang dan terdapat benang pengaman, selanjutnya apabila masih ragu, raba uang tersebut, uang asli akan terasa kasar apabila diraba pada gambar Garuda Pancasila, tulisan NKRI dan gambar utama.
--page
"Bagian yang bisa diraba adalah kode tuna netra. Teknik terakhir yang bisa digunakan, yakni diterawang terutama bagian yang berwarna putih untuk melihat tanda air dan gambar saling isi," bebernya. (TESTI PRISCILLA/B-5)









