BORNEONEWS, Palangka Raya – Kebutuhan masyarakat akan minyak gorong dan pangan tentunya akan meningkat menjelang lebaran, maka dari itu Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya melakukan trobosan langkah nyata untuk mengendalikan harga bahan pokok dan minyak goreng.
Plt Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya Hadriansyah mengatakan, salah satu langkah mencegah terjadinya lonjakan harga dan kelangkan bahan pokok (Bapok), maka diperlukan operasi pasar murah.
"Operasi pasar sebagai langkah nyata dan salah satu prioritas yang dilakukan dalam upaya menekan lonjakan atau kenaikan komoditas pangan, termasuk disaat Ramadan dan menjelang lebaran tahun ini," kata dia, Rabu, 20 April 2022.
Dijelaskannya, melalui operasi pasar itu setidaknya ada upaya menekan harga bahan pokok dipasaran agar tidak melonjak. Terpenting sasaran operasi pasar murah harus tepat, yaitu menyentuh warga kurang mampu.
"Kasihan warga semakin berat daya belinya. Apalagi masih dalam masa pandemi Covid-19 saat ini. Maka dari itu terhitung sejak tanggal 18 April lalu, kami telah menggelar operasi pasar murah bahan pokok dan minyak goreng curah," ungkapnya.
--page
Adapun secara rinci terang dia untuk operasi pasar sembako murah dijadwalkan mulai 18 sampai 21 April 2022, di empat kelurahan dengan kecamatan berbeda. Sementara itu untuk operasi pasar minyak goreng, dijadwalkan mulai 18 sampai dengan 25 April 2022, di empat kecamatan berbeda.
"Operasi pasar sembako murah tersebut, disiapkan paket bapok yang berisikan beras premium 5 Kg, 4 bungkus mie instant, gula 2 Kg, dan 2 liter minyak goreng. Total harga per paket Rp 100 ribu. Harga itu sudah disubsidi Rp 48 ribu dari harga beli di pasaran yang harga jualnya Rp 148 ribu," sebutnya.
Selain itu dirinya berharap, operasi pasar tersebut dapat membantu dan meringankan beban masyarakat yang akan merayakan lebaran. Sehingga masyarakat tidak terbebani dengan tingginya kebutuhan pokok di pasaran yang saat ini sebagian mengalami kenaikan.
"Setidaknya dengan operasi pasar ini bisa meringankan beban masyarakat dengan kemungkinan kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok. Selain itu juga dalam operasi pasar ini pembayaran bisa dilakukan melalui QIRS, di mana BI sudah menyiapkan metode pembayaran ini," tutupnya. (DONNY D/B-5)









