PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pergerakan penumpang di Bandara Iskandar Pangkalan Bun saat memasuki bulan Ramadan dan periode mudik lebaran tahun ini mengalami peningkatan. Diprediksi puncak arus mudik di Bandara pada tanggal 29 April mendatang.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Iskandar Pangkalan Bun Zuber mengatakan, arus mudik lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah melalui Bandara Iskandar Pangkalan Bun, sejauh ini berjalan aman dan lancar. Mengingat sejak lama pihaknya melakukan persiapan peningkatan penerbangan menjelang lebaran.

"Untuk pelaku perjalanan melalui Bandara baik yang mudik ke sejumlah bandara tujuan maupun yang datang ini terus mengalami peningkatan setiap harinya," kata Zuber, saat dikonfirmasi pada Kamis, 21 April 2022.

Dijelaskannya, bahwa pada hari biasa hanya ada lima kali penerbangan baik itu ke Jakarta, Semarang dan Surabaya dengan jumlah penumpang rata-rata 700 orang perhari.

Namun pada saat Ramadan dan Periode arus mudik tiba ini meningkat menjadi tujuh penerbangan dari Pangkalan Bun dengan jumlah penumoang rata-rata 1.100 orang perharinya.

--page

"Peningkatan penumpang sudah terjadi namun belum signifikan. Kita tahu, dua tahun masyarakat tidak mudik, jadi pada saat ada kesempatan dan pemerintah memperbolehkan maka banyak yang mudik," terangnya.

Selanjutnya, Zuber memprediksi puncak arus mudik melalui Bandara Iskandar Pangkalan Bun itu tanggal 29 April. Dimana hari itu mulai diberlakukan cuti bersama oleh pemerintah.

Sehingga para pegawai yang telah mendapatkan cuti dan memesan tiket jauh hari pada pulang tanggal itu. Maka hal ini juga sudah dikakukan antisipasi dengan baik.

Termasuk di Bandara Iskandar juga tetus meningkatkan keamanan dan wajib mentaati Prokes. Mengingat pelaku perjalanan udara ini yang telah vaksin booster tidak lagi menunjukan PCR mauoun antigen. Sedangkan yang baru vaksin pertama tetap menunjukan hasil PCR negatif dan vaksin dosia kedua antigen negatif.

"Sejauh ini seluruh pelaku perjalanan sangat tertib mengikuti syarat pelaku perjalanan. Meski sebagian masih ada yang menunjukan PCR karena baru satu kali vaksin. Namun kebanyakan pelaku oerjalanan gelah booster, dan itu terpantau oleh sistem," pungkasnya. (DANANG/B-5)