BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas, Jaya S Monong paparkan isi pertemuannya dengan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam rapat koordinasi teknis pengembangan kelistrikan Provinsi Kalimantan Tengah bersama Komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu.
"Hasil pertemuan pada waktu itu, kami meminta supaya kementrian ESDM dan PLN bersama dengan komisi VII DPR supaya pembangunan kelistrikan di Gunung Mas bisa segera diselesaikan," ujarnya, Jumat 22 April 2022.
Jaya berharap 54 desa dan kelurahan di Kabupaten Gunung Mas yang belum dialiri listrik bisa segera dialiri listrik dan penggarapannya diharapkan bisa selesai di tahun 2023.
Apalagi di Desa Tumbang, Kajuei Kecamatan Rungan belum menikmati listrik padahal di desa tersebut ada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Dalam pertemuan itu Jaya meminta pada pihak PLTU dan PLN, setelah lebaran harus ada tindak lanjut realisasi listrik untuk warga sekitar PLTU.
"Saya tegaskan waktu itu, apabila tidak ada tindak lanjut dari PLTU dan PLN maka jalan yang dilalui truk batubara menuju PLTU akan saya tutup," tegasnya.
--page
Dia sangat menyayangkan Kabupaten Gunung Mas belum semua daerahnya mendapatkan aliran listrik, padahal Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau ini menjadi salah satu wilayah penyumbang pendapatan nasional dari sektor pertambangan, pekebunan dan kehutanan.
Karena itu, Jaya meminta keadilan untuk masyarakat Gunung Mas terkait jaringan dan aliran listrik.
"Jawaban dari mereka, katanya akan segera merapatkan hal tersebut. Olehkarena itu, saya minta segera ada kepastian, setelah lebaran nanti akan saya tanyakan lagi pada komisi VII DPR RI, kementrian ESDM dan PLN," tukasnya. (RISKA YULYANA/B-11)









