SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Direktur Perbenihan Hortikultura Kementrian Pertanian, Inti Pertiwi Nashwari, melakukan monitoring harga kebutuhan pokok di 2 pasar tradisional di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. 

Dari hasil tersebut, ia tidak menemukan adanya bahan pokok yang dijual dengan harga tinggi dan kenaikan yang ada saat ini masih dalam batas sangat wajar. 

"Harga bahan pokok masih aman, tidak ada lonjakan harga yang signifikan, dan masih dalam batas sangat wajar," ujarnya.

Ia menerangkan hasil monitoringnya di pasar, yang mereka soroti hanya gula pasir. Karena harganya masih berada di Rp 15 ribu per kilo gram sehingga pihaknya akan mengecek ketersedian gula di Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Regional Sampit. 

"Jika ketersedian banyak, barang kali bisa dilakukan operasi pasar namun kenaikan tersebut masih sedikit," katanya. 

Kenaikan harga gula pasir tersebut kemungkinan besar terjadi karena banyaknya permintaan konsumen guna keperluan menjelang lebaran. 

--page

Sementara harga daging sapi segar saat ini Rp 130 ribu. Ketersediaannya juga melimpah sedangkan minyak goreng di pasaran untuk curah Rp 14 ribu per liter sedangkan kemasan bervariasi dan rata-rata Rp 24 ribu per liter. 

"Kami akan laporkan hasil monitoring ini kepada menteri karena kami ditugaskan untuk memantau ketersedian dan harga kebutuhan pokok di seluruh daerah di Indonesia," terangnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)