PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK akan terus memperkuat koordinasi dan sinergi. 

Pada 2022, kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang efektif akan menjadi kunci di dalam menghadapi dinamika global sekaligus menjadi bagian dari upaya mengimplementasikan exit strategy secara bertahap.

"Keselarasan kebijakan fiskal dan moneter akan diperkuat lebih lanjut melalui sinkronisasi dengan kebijakan makroprudensial, mikroprudensial, dan penjaminan simpanan," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy pada Sabtu 23 April 2022.

KSSK akan bersama-sama mendukung Presidensi G20 Indonesia 2022. "Kemenkeu dan BI sebagai focal point di Finance Track dengan dukungan OJK dan LPS akan mengawal pembahasan agenda prioritas Finance Track, yaitu koordinasi exit strategy untuk mendukung pemulihan global," tutur Otto lagi.

Selain itu kedua lembaga ini akan mengawal upaya penanganan dampak pandemi (scarring effects) dalam perekonomian guna mendukung pertumbuhan yang lebih kuat di masa depan, penguatan sistem pembayaran di era digital, pengembangan pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance), peningkatan sistem keuangan yang inklusif, perpajakan internasional, infrastruktur, serta penguatan arsitektur kesehatan global.

"KSSK akan kembali menyelenggarakan rapat berkala pada April 2022 ini," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)