BORNEONEWS, Palangka Raya - Kuota haji reguler untuk Kalteng di 2022 berjumlah 731 jemaah dari total 100.051 jemaah di Indonesia. Kuota untuk Kalteng itu tersebar di kabupaten kota dengan jumlah jemaah terbanyak berasal dari Kabupaten Kapuas.
"Jumlah terbanyak dari Kapuas 181 jemaah sedangkan paling sedikit dari Kabupaten Gunung Mas 3 jemaah," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalteng, Noor Fahmi dalam konferensi pers, Senin, 26 April 2022.
Untuk sisanya, lanjut Noor Fahmi, Palangka Raya 132 jemaah, Kotawaringin Timur 95, Barito Selatan 67, Barito Utara 61, Kotawaringin Barat 56, Katingan 46, Barito Timur 26, Murung Raya 25, Pulang Pisau 14, Lamandau 10, Seruyan 8 dan Sukamara 5 jemaah.
Selain jumlah jemaah yang dipastikan berangkat, pihaknya juga menyiapkan 147 jemaah cadangan. Jumlah jemaah cadangan itu disiapkan untuk mengganti jika ada di antara jemaah yang siap berangkat menunda keberangkatannya.
Para jemaah yang akan berangkat itu merupakan jemaah dengan usia di bawah 65 tahun. Noor Fahmi menegaskan, batasan maksimal usia itu merupakan syarat dari Arab Saudi, bukan Indonesia. Meski rincian jemaah di Kalteng sudah diketahui, ada di antaranya jemaah yang mengajukan penundaan keberangkatan.
--page
Pihaknya mencatat, ada sekitar 22 jemaah yang menunda. "Mungkin ada tambahan lagi. Tadi ada menelpon dari Gumas bahwa ada 2 yang menunda. Jadi sisa 1 nanti," kata pejabat lainnya dalam konferensi pers tersebut.
Dia melanjutkan, rata-rata penundaan terjadi karena faktor usia. Sebagai contoh, lanjutnya, penundaan terjadi karena suami sudah di atas 65 tahun, sedangkan istri belum, sehingga istri juga tidak jadi berangkat.
Kemudian, terkait pendampingan. Ada di antara jemaah sudah lanjut usia, sedangkan yang mendampingi masih muda, sehingga menunda keberangkatan.
Mereka yang menunda keberangkatan itu nantinya akan diisi oleh jemaah yang masuk dalam daftar cadangan. "Kalau misalnya di Gumas menunda, tidak harus orang Gumas yang akan naik (mengganti). Jadi sesuai urutan porsi yang akan naik," paparnya.
"Cadangan siap semuanya sesuai urut porsi, tinggal menunggu kalau ada jemaah yang menunda. Mudah-mudahan yang akan menunda juga jangan waktu mepet," tuturnya. (BUDI/B-7)









