PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Barat (Kobar) terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam penangan sampah di Pangkalan Bun dan sekitarnya.

Menindaklanjuti informasi bahwa sampah yang diangkut truk menuju tempat pembangunan akhir (TPA) tercecer di jalan, pihaknya langsung melakukan pengadaan jaring sampah.
Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Kobar, Muhammad Suhendra.

Suhendra menyebut, memang ada saran masukan ke pihaknya terkait penangan pengangkutan sampah. Hal itu kemudian ditindak lanjuti dengan pengadaan jaring sampah sebanyak 6 unit.

"Sementara ini, kami sudah serahkan jaring sampah ke mandor untuk 6 unit dulu, terutama dump truk dan tentu akan ditambah secara bertahap untuk pick up," kata Suhendra.

Terkait penangan sampah di Kobar, Suhendra mengharapkan kerja sama dari masyarakat untuk dapat membuang sampah di tempatnya dan tepat waktunya.

--page


"Sesuai perdanya pembuangan sampah di TPS dimulai sejak pukul 21.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB. Ini mohon ditepati," tuturnya.

Ia mengungkapkan, jika masyarakat ini membuang sampah di luar jam yang telah ditentukan, maka sampah akan menumpuk di TPS sebelum akhirnya diangkut juga oleh tim taktis yang beroperasi pada pukul 10.00 WIB.

Saat Ramdan ini, tambah dia, volume sampah dikisaran 65 - 70 ton perhari. Dari kisaran itu, sebagaian besarnya adalah sampah rumah tangga dan yang paling dominan sampah batok kelapa.

"Dengan armada dan personel yang kita miliki saat ini, semua dapat terangkut dan teratasi dengan baik," pungkasnya. (DANANG/B-7)