BORNEONEWS, Sampit - Arus mudik di Pelabuhan Sampit pada lebaran tahun ini mengalami penurunan dibandingkan pada 2019 sebelum pandemi Covid-19 melanda daerah ini.
"Penurunan arus mudik mencapai 34 persen pada tahun ini," ujar Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kotim, Agustinus Maun, Rabu, 27 April 2022.
Sejak H-15 hingga H-4 saat ini, pemudik yang berangkat melalui Pelabuhan Sampit mencapai 7.628 penumpang. Dan keberangkatan kapal masih ada 2 yakni pada 29 April 2022.
"Ada dua keberangkatan lagi, yakni KM Kirana III dan KM Sabuk Nusantara 35, tujuan Surabaya," katanya.
Kemungkinan besar kapal akan dipenuhi penumpang sesuai kapasitas. Sehingga, jumlah pemudik yang berangkat bisa lebih dari 8.000 orang nantinya.
Meski yang berangkat lenih dari 8.000 penumpang, namun jumlah tersebut tetap alami penurunan dibandingkan sebelum pandemi.
"Ada beberapa kemungkinan penyebab hal itu terjadi, seperti halnya mudik lebih awal, dan juga berangkat melalui Pelabuhan Kumai," terangnya.
Meski begitu pihaknya akan berupaya maksimal untuk melayani arus mudik di pelabuhan Sampit. Dengan harapan pemudik bisa lebih nyaman, aman, dan bisa selamat sampai tujuan dan kembali lagi ke Kotim. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)









