BORNEONEWS, Sampit - Tak hanya harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi menjelang Hati Raya Idulfitri. Namun juga harga bahan makanan ringan seperti emping melinjo, kerupuk dan kacang tanah.
Pantauan borneonews.co.id di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, kenaikan harga ini mulai terjadi bahkan sejak sebelum Ramadan. Khusus harga kerupuk melinjo, kenaikan terjadi secara bertahap sebelum akhirnya tembus Rp 110 ribu per kilo gram.
“Baru-baru ini saja naiknya, seiring dengan mendekatnya lebaran. Karena dari pemasok juga harganya sudah naik,” ujarnya, Ayu pedagang di Pusat Perbelanjaan Mentaya Sampit, Sabtu, 30 April 2022.
Biasanya emping melinjo dijual dengan harga Rp 75 ribu hingga Rp 80 ribu per kilo gram, tapi kini naik dengan kisaran Rp 90 ribu hingga Rp 110 ribu per kilo gram. "Kalau di tempat saya masih Rp 90 ribu per kilo gram," kata Mama Ary, pedagang lainnya.
Berdasarkan pengakuan pedagang, kenaikan harga ini tak hanya terjadi karena tingginya permintaan. Namun juga karena kenaikan harga dari daerah pemasok seperti dari Sekarang, Jawa Tengah.
Jika di daerah lain digunakan untuk pelengkap makanan besar. Kerupuk atau emping melinjo ini seakan sudah menjadi kudapan tradisi bagi masyarakat Sampit, dan sekitarnya, yang biasa disajikan untuk tamu saat lebaran.
--page
Selain emping melinjo bahan camilan lain juga mengalami kenaikan harga, seperti kacang tanah biasa dari Rp 30 ribu menjadi Rp 33 ribu per kilo gram, kacang tanah kupas dari Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu, dan varian kerupuk yang rata-rata naik sekitar Rp 1.000 hingga Rp 2. 000 per kilo gram.
Menurutnya, kenaikan harga seperti ini sudah biasa terjadi selama momentum lebaran dan biasanya setelah momentum ini berlalu harga akan kembali normal. (USAY NOR RAHMAD/B-11)









