SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Aksi borong perhiasan emas oleh sejumlah masyarakat di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), seakan sudah menjadi kebiasaan disaat menjelang lebaran. 

Hal itu terlihat di sejumlah toko emas yang berada di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), yang dipenuhi para pembeli, hingga ada yang rela antre untuk mendapatkan perhiasan yang diinginkan. 

"Alhamdulillah, jelang lebaran ini pembelian emas di toko kami alami peningkatan hingga 50 persen," ujar H Sani, pemilik Toko Emas Mitra Baru di PPM Sampit, Sabtu, 30 April 2022. 

Kenaikan omset atau pembelian tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir. Rata-rata masyarakat membeli perhiasan untuk dirinya sendiri, dan ada juga yang membeli untuk disimpan. 

"Peningkatan pendapatan ini sudah biasa terjadi jelang lebaran, karena rata-rata masyarakat mendapatkan tunjangan hari raya (THR), sehingga mereka memilih menyimpannya melalui perhiasan," terang Sani. 

Sementara, untuk harga emas perhiasan sendiri saat ini mengalami penurunan. Seperti emas 999 atau Amerika Rp 890 ribu per gram, emas 750 atau emas putih Rp 760 per gram, emas 700 atau emas Singapura Rp 710 ribu per gram, emas 420 Rp 440 ribu, dan emas 375 Rp 420 ribu. 

Harga emas tersebut mengalami penurunan dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Namun jumlahnya tidak besar, hanya Rp 5000 per gram, seluruh jenis emas yang mereka jual. 

"Ada penurunan, namun hanya sedikit saja. Tidak terlalu signifikan," kata Sani. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)