BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Desa Wuran Kabupaten Barito Timur, Eli Sumadi mengungkapkan bukan hanya rumah yang ditempati Supriyanto (58) tidak layak huni namun terdapat lebih dari 170 buah rumah warga transmigran di RT 03, 04 dan RT 05 yang membutuhkan bantuan rehabilitasi.
"Kami sudah pernah mengusulkan bantuan rehabilitasi rumah warga transmigran di Desa Wuran ini sebanyak 170 rumah," ungkap Eli Sumadi saat mendampingi wartawan melihat langsung kondisi rumah warga di RT 05, Sabtu 30 April 2022.
Saat ini lebih dari 170 warga transmigran harus dibantu rehabilitasi karena kondisi rumah dari bahan kayu dan atap seng yang dibangun 2006 tersebut lantainya sudah lapuk dan atapnya bocor.
"Kami berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat membantu memprogramkan rehabilitasi rumah warga karena anggaran yang dimiliki oleh pemerintah desa sangat terbatas untuk merehabilitasi 170 lebih rumah secara serentak," pintanya.
Dengan kondisi keuangan di desa, lanjut Kades, pihaknya hanya bisa memprogramkan rehabilitasi rumah warga maksimum 5 buah per tahun. Sedangkan selama pandemi covid-19 sebagian besar Dana Desa dialokasikan untuk penanganan pandemi serta bantuan langsung tunai dana desa atau BLTDD.
"Kami berharap respon dari pemerintah daerah secepatnya untuk penanganan rumah warga yang sudah lapuk ini," kata Eli Sumadi.
--page
Sebelumnya, ramai tanggapan masyarakat di media sosial terkait warga RT 05 di Desa Wuran bernama Supriyanto (58) yang tinggal di rumah yang tidak layak dengan kondisi lantai rumah yang lapuk atau berlubang dan rumah yang berada di wilayah genangan air.
Kades Wuran menerangkan, warga yang bekerja sebagai nelayan tersebut hanya menempati rumah orang lain sehingga pemerintah desa tidak dapat memberikan bantuan rehabilitasi.
Menurutnya, keluarga penghuni rumah tersebut hingga kini belum memiliki rumah sendiri, karena itu Eli Sumadi berinsiatif menghibahkan tanah miliknya untuk pembangunan rumah.
"Kebutuhan pembangunan rumah tanahnya kami siapkan dan kami akan menggunakan dana gotong royong untuk pembangunan rumah itu, namun kami berharap pemerintah daerah juga dapat membantu melalui dinas terkait seperti perkim dan dan dinas sosial karena kalau dari dana gotong royong saja tidak cukup untuk membangun rumah," kata Eli Sumadi. (BOLE MALO/B-11)









