BORNEONEWS, Kuala Kurun - Taman Hutan Raya (Tahura) Lapak Jaru di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas ramai pengunjung saat libur Idul Fitri 1443 Hijriah.
"Pengunjung di hari pertama Idul Fitri cukup banyak, bahkan pendapatan kami meningkat pesat berkali-kali lipat," kata Sub Koordinator Seksi Perlindungan dan Pengamanan Hutan Tahura, Jaya Saputra, Selasa 3 Mei 2022.
Dia mengatakan, berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, pengunjung akan meningkat dari hari biasanya selama tiga hari usai lebaran Idul Fitri.
Ia mengatakan, ada banyak wahana di Tahura Lapak Jaru yang bisa dinikmati pengunjung, seperti air terjun Bawin Kameloh, rumah pohon untuk bersantai bersama keluarga, kolam renang. Namun yang masih menjadi primadona bagi pengunjung di liburan Idul Fitri yakni wahana motor ATV.
Jaya mengatakan bahwa protokol kesehatan tetap mereka terapkan untuk para pengunjung dan pengelola. Untuk pengunjung diminta mencuci tangan pada tempat yang telah disediakan sebelum masuk ke Tahura Lapak Jaru setelahnya mereka akan dicek suhu tubuh.
Selama libur Idul Fitri ini pengunjung dikenakan tarif masuk Tahura Lapak Jaru sebesar Rp 5.000 per orang, untuk wisatawan mancanegara dikenakan biaya masuk sebesar Rp 15.000 per orang. Sedangkan untuk tarif parkir kendaraan roda dua sebesar Rp 2.000 per unit dan roda empat Rp 3.000 per unit.
--page
Terkait jam operasional, Jaya menyebutkan di hari libur Idul Fitri ini mereka sudah mulai beroperasi pada pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB. (RISKA YULYANA/B-11)









