BORNEONEWS, Palangka Raya – Dalam rangka mengantisipasi sejak dini karhutla terutama, pemerintah Kelurahan Bukit Tunggal siap siaga dengan mempersiapkan berbagai saranan dan prasaranan pencegahan.
"Kita juga sudah mulai membuat imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat, serta tim serbu api kelurahan melakukan patroli dibeberapa titik wikayah yang dinilai berpotensi terjadinya karhutla," kata Lurah Bukit Tunggal, Subhan Noor, Minggu, 8 Mei 2022.
Dia mengatakan, wilayah yang rawan terjadi karhutla dan sasaran patroli yang dilakukan yakni Hiu Putih, Pal 5 Tjilik Riwut dan lainnya yang memang bepotensi terjadi karhutla.
Selain patroli, pihaknya juga melakukan sosialisasi dan imbaun di titik lokasi tersebut, berupa pemasangan baleho, imbauan secara langsung kepada masyarakat terkait larangan dan bahaya membakar lahan.
"Setiap tahun apabila musim kemarau lokasi itu selalu ada titik api, karena masih ada masyarakat yang membuka lahan dengan membakar. Maka dari itu kita sejak dini sudah melakukan antisipasi dengan memberikan arahan dan imbauan," ujarnya.
Untuk kesiapan TSAK sendiri, sebut dia sampai saat ini sarana dan prasaranan sudah memadai, meskipun memang selalu ada kekurangan. Terutama minimnya anggaran untuk oprasional, namun dengan semua dukungan elemen masyarakat TSAK dapat menjalankan tugasnya hingga saat ini.
"Sarana dan prasarana, SDM kita semua sudah ada, namun untuk anggaran operasional memang masih minim, namun dengan keterbatasan yang ada kita tetap berupaya untuk mencegah terjadinya karhutla diwilayah Bukit Tunggal," jelasnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat khusunya Bukit Tunggal yang memiliki lahan kosong, untuk terus mengawasi dan tidak membakar lahan saat membukanya, alangkah baiknya menggunakan mekanisme atau cara lain.
--page
"Kepada pemilik lahan terutama masyarakat Bukit Tunggal hendaknya tidak membakar lahan sembarangan, dan kepada semua masyarakat juga agar saling peduli untuk mencegah terjadinya karhutla diwilayah kita," pungkasnya. (DONNY D/B-11)









