PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Saat ini berbagai macam cara dilakukan untuk menangkap ikan, dan tidak sedikit yang mengambil cara yang mudah dan cepat namun berdampak terhadap lingkungan seperti penyetrum dan menggunakan racun ikan.

Namun bagi warga Kecamatan Tanah Siang hal itu tidak dilakukan, di mana bagi mereka sungai adalah sumber penghidupan yang harus dijaga kelestariannya, sehingga sampai saat ini warga Suku Dayak Siang tersebut masih mengunakan cara cara tradisional untuk menangkap ikan.

Sebagaimana dilakukan oleh warga Desa Karali Kecamatan Tanah Siang beberapa waktu lalu, dimana tradisi mencari ikan di sungai dilakukan secara berkelompok dengan memasuki hutan belantara menuju sungai sungai kecil yang ada di dalamnya.

Dimana Anjelo salah seorang dari kelompok penangkap ikan ketika dibincangi saat wartawan Ppost mencoba melihat lansung proses penangkapan ikan mengatakan bahwa kegiatan menangkap ikan di sungai sungai kecil ini bukan rutinitas namun cukup jarang dilakukan.

Peralatan yang dibawapun semuany peralatan tradisional, terdiri dari jala ikan, kail pancing dan juga sumpit dan tidak sama sekali menggunakan racun ikan. “ dengan menggunakan cara tradisional saja ikan yang kami dapat cukup banyak dan ekosistem ikan tetap terjaga” katanya.

Anjelo mengatakan bahwa sebagai sebuah tradisi, menangkap ikan tradisional tetap dipertahankan turun temurun sehingga sungai sungai yang ada di wilayah Kecamatan Tanah Siang masih terlindngi dan ekositem ikannya masih terjaga dengan baik.

--page

Tentu akan ada sanksi adat kalau ada warga yang berani menggunakan racun ikan ntuk menangkap ikan diwilayah Kecamatan Tanah Siang. (Trs)