BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selain di daerah lain di Indonesia, saat ini terdapat belasan ekor sapi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) juga diduga terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Medik Veteriner Muda, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Kobar drh. GM Sofyannoor, Rabu 11 Mei 2022 menjelaskan kasus PMK di Kabupaten Kobar awalnya ditemukan di Kecamatan Arut Selatan.
"Penemuan awal berdasarkan cek lapangan sebanyak 16 ekor sapi di Kecamatan Arsel diduga tertular penyakit tersebut. Namun, temuan gejala klinis suspek PMK harus diteguhkan dengan konfirmasi hasil laboratorium. Untuk pemeriksaan PMK, laboratorium rujukan nasional adalah Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya," jelasnya.
Walau demikian diduga penyakit ini sudah menyebar ke kecamatan lain yaitu Kecamatan Pangkalan Banteng, seiring dengan lalu lintas sapi yg didatangkan dari Provinsi Jawa Timur.
"Awal ditemukannya kasus ini adalah saat kami melakukan cek lapangan, pasca disampaikannya surat dari Dinas Peternakan Provinsi Jatim tentang laporan adanya penyakit menular akut pada ternak PMK di Jatim per 6 Mei 2022," jelasnya.
Kemudian dari informasi tersebut di hari yang sama, Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) DPKH Kobar bersama Ketua Asosiasi Pedagang dan Pemotong Sapi (Aspepsi) Kobar berinisiatif untuk melakukan pemeriksaan sampling.
"Pemeriksaan sampling ini bertujuan sebagai respon monitoring kemungkinan temuan kasus PMK pada sapi asal Provinsi Jatim yang masuk ke Kobar. Dari hasil pemeriksaan awal ditemukan 16 ekor sapi milik beberapa peternak yang menunjukkan gejala klinis suspek PMK yaitu demam tinggi, hipersalivasi, lepuh, erosi pada lidah, mukosa mulut dan kulit sekitar kuku," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-11)









