BORNEONEWS, Jakarta - Mantan Kepala Staf Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) Jenderal (Purn) Widjojo Soejono meninggal di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu 11 Mei 2022.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Prantara Santosa mengatakan Widjojo meninggal dunia pada Rabu pagi sekitar pukul 04.43 WIB karena sakit di usianya ke 94.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka, Jalan Karang Asem 1 No. 4-6, RT08/RW02, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan.
"Rencananya Jenderal Purn Widjojo Soejono akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama, Kalibata, Jakarta Selatan, pada Rabu pukul 13.30 WIB," katanya.
Sementara itu Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman menyampaikan rasa bela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya putra terbaik TNI AD tersebut.
"Darma bakti Almarhum kepada bangsa dan negara semasa hidup bisa kami jadikan teladan; dan kami doakan semoga Almarhum mendapat tempat yang mulia di sisi Allah Swt., diampuni segala kekhilafannya, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," katanya.
Dudung juga akan menjadi inspektur upacara pemakaman Widjojo di TMP Kalibata. Jenderal (Purn) Widjojo Soejono lahir di Tulungagung, 9 Mei 1928, dan menikah dengan Ny. Siti Mastoechajah. Mereka dikaruniai lima orang anak, yaitu Enny Lukitaning Diah, Wedhia Purwaningsih, Ariyati Sihwarini, Hardini Surjaningsih, dan Budhi Soejono.
--page
Beberapa jabatan strategis yang pernah diemban Jenderal (Purn) Widjojo Soejono antara lain Panglima Kodam XIII/Merdeka di Sulawesi Utara (1970-1971); Panglima Kodam VIII/Brawijaya (1971-1975); Panglima Komando Wilayah Pertahanan (Kowilhan) III meliputi Sulawesi dan Kalimantan (1975-1978); Panglima Kowilhan II meliputi Jawa, Nusa Tenggara, dan Timor Timur (1978-1980); serta terakhir dia menjabat sebagai Kepala Staf Kopkamtib (1980-1982).
Sementara sejumlah tanda jasa yang dimiliki Jenderal (Purn) Widjojo Soejono antara lain Bintang Gerilya, Yudha Dharma Nararya Pratama, Kartika Eka Paksi Nararya Pratama, serta Satya Lencana Kesetiaan VIII, XVI, dan XXIV.
ANTARA









