PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Walau sudah ada aturan bagi kendaraan pembawa material untuk menutupi bagian baknya dengan terpal saat melintas di jalan raya, namun masih banyak saja oknum pengemudi truk yang enggan melaksanakan aturan tersebut.

Seperti yang dialami oleh Edi warga Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kamis, 12 Mei 2022 siang. 

Saat ia melintas di sekitar Bundaran Pancasila dan kebetulan posisi motornya berada di belakang sebuah truk pengangkut pasir, ia dan beberapa pengendara lainnya terpaksa harus menepi sejenak lantaran matanya kemasukan pasir yang beterbangan dari bak.

"Lumayan perih juga mata, mas, karena kebetulan kaca helm saya saat itu sedang terbuka," ujarnya. Sepengetahuannya berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, setiap kendaraan yang membawa material, termasuk semen harus ditutup terpal.

"Tapi pada kenyataannya masih banyak ditemukan pengemudi truk angkutan pasir yang terkesan tidak mempedulikan itu. Padahal bak pasir tanpa ditutup terpal, berpotensi membahayakan pengendara lainnya saat melintas di jalan, ketika lasir tersebut beterbangan dan masuk ke mata pengendara," ujarnya.

Menurutnya hal ini juga telah berulang kali dikeluhkan para pengendara roda dua yabg kebetulan melintas dan berpapasan dengan truk pembawa pasir tanpa ditutup terpal.

--page

"Selain disampaikan pada aparat berwenang, masyarakat juga sering menyampaikan pada media sosial, namun anehnya masih banyak juga akun netizen yang malah menyalahkan pengendara motor yang mengeluh kelilipan pasir yang diangkut oleh truk tanpa ditutup terpal. Nggak habis pikir saya, malah korban yang disalahkan. Padahal bisa saja pengendara motor tersebut jatuh di jalan pas kebetulan matanya kelilipan pasir," ujarnya.

Dia berharap aparat berwenang bisa dengan tegas menerapkan sanksi pada pengemudi truk yang membawa muatan material tanpa ditutupi terpal.

"Walau saya sebagai salah satu pengguna jalan juga berharap pengertian dari pengemudi truk pengangkut material. Karena pengguna jalan, bukan hanya mereka saja, karena hal ini bisa dialami banyak pengguna jalan, bisa saja hal ini menimpa keluarga mereka. Jadi tolonglah kita semua saling pengertian dan tenggang rasa saat melintas di jalan," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-6)