BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Lima ekor hewan ternak dengan suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali ditemukan di Kabupaten Kotawaringin Barat. Itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kobar per 12 Maret 2022.
Medik Veteriner Muda, DPKH Kabupaten Kobar drh GM Sofyannoor, Jumat, 13 Mei 2022 menjelaskan dimana saja lokasi ditemukannya ternak sapi suspek PMK tersebut.
"Berdasarkan laporan via aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) diketahui terdapat 2 ekor sapi Madura Cross dan 3 ekor sapi Limosin di Kelurahan Madurejo Kecamatan Arut Selatan (Arsel)," jelas GM Sofyanoor.
Menurut GM Sofyanoor, diduga masih ada kasus lainnya di beberapa lokasi lainnya di Kabupaten Kobar.
"Sebab sapi asal Jawa Timur sudah terlanjur masuk Kobar, dimana saat pemasukan belum terdeteksi gejala klinis. Baru setelah beberapa hari kemudian muncul gejala dan posisi sapi sudah ada di kandang," jelas GM Sofyanoor.
--page
Karena itulah, menurut GM Sofyanoor, saat ini di Kabupaten Kobar sudah dilakukan pembatasan lalu lintas ternak dan penutupan akses pengiriman ternak masuk dari Surabaya, Semarang dan Madura bekerja sama dengan Karantina Pertanian.
"Tentunya kerja sama lintas sektor serta dengan SKPD lain menjadi penting. Sebab leader dalam pengendalian wabah PMK di daerah, menurut peraturan yang berlaku, adalah Bupati sebagai kepala daerah," demikian GM Sofyanoor menyampaikan. (WAHYU KRIDA/B-7)









