SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Harga tandan buah segar hingga kini masih membuat para petani resah. Harapan agar naik seperti sebelumnya hingga kini tidak tanda-tandanya.

Harianyo petani sawit di Kelurahan Pasir Putih,  Kecamatan MB Ketapang mengaku, saat dirinya panen pada Jumat, 12 Mei 2022 harga ditingkat pengepul hanya di Rp 1.600 per kilogram.

Kemudian dirinya panen lagi Minggu, 15 Mei 2022 harga turun lagi jadi Rp 1.500 per kilo gram. Harga itu turun dari sepeken sebelumnya yang berkisar di Rp 1.800 per kilo gram.

"Bahkan ada pengepul yang membeli cuma di harga Rp 1.000 saja per kilo gram," ucapnya, Senin 16 Mei 2022.

Dia mengaku meski harga murah tetap memanen sawitnya daripada harus buruk dan harga yang didapat hanya untuk menutupi harga pupuk yang selama ini masih naik.

Indra, petani lainnya di Kecamatan Cempaga mengaku harga di tingkat pengepul saat menjual Minggu 15 Mei 2022 harga hanya Rp 1.400 per kilo gram.

"Padahal sepekan lalu ada yang beli Rp 1.600 hingga Rp 1.800 per kilogram, kamk kira harga naik ini turun lagi," ucapnya.

Kepada mereka pengepul mengaku membeli murah sawit mereka karena di yibgkaw pabrik kelapa sawit juga membeli dengan harga murah, dan bahkan ada PKS yang tidak menerima sawit petani.

Mereka berharap pemerintah tidak membiarkan masalah ini, adanya intervensi harga dari pemerintah sejauh ini tidak ada tindaklanjut di tingkat perusahaan maupun pengepul. (NACO/B-11)