BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengatakan komoditas barang yang di impor Kalteng selama Maret 2022 utamanya berasal dari empat negara diantaranya Laos, Singapura, Jerman, dan Saudi Arabia.
"Untuk nilai impor dari masing-masing negara tersebut yakni Laos sebesar US$ 1,39 juta, Singapura US$ 0,87 juta, Jerman US$ 0,32 juta dan Saudi Arabia US$ 0,19 juta," beber Eko, Rabu, 18 Mei 2022.
Diungkapkan, adapun jmpor dari Laos yaitu berupa pupuk dalam bentuk kalium klorida, Singapura berupa bahan bakar mineral dalam bentuk aspal, sedangkan Jerman dan Saudi Arabia yakni berupa berbagai produk kimia dalam bentuk katalisator.
Dibanding Februari 2022, peningkatan nilai impor terbesar berasal dari Laos senilai US$1,39 juta dalam bentuk pupuk kalium klorida.
Sementara itu, penurunan impor terbesar terjadi pada Singapura yakno sebesar 62,50 persen dan negara lainnya 100,00 persen, karena selama februari 2022 tidak adanya kegiatan impor yang berasal dari negara lainnya.
Apabila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2021, impor Kalteng di Maret 2022 mengalami penurunan sebesar 74,61 persen.
Impor dari Singapura mengalami penurunan terbesar yakni sebesar US$ 1,28 juta atau 59,53 persen, hal ini didorong oleh menurunnya impor kelompok bahan bakar mineral (aspal).
Sedangkan untuk peningkatan impor terbesar yaitu berasal dari Laos berupa pupuk senilai US$ 0,75 juta dan Jerman impor katalisator senilai US$ 0,24 juta. (DONNY D/B-6)
Komoditas Barang Impor Kalteng Maret 2022 Berasal dari Negara-negara Ini
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Balai TNTP Apresiasi Dukungan 6.000 Liter BBM dari CBI Group untuk Tangani Karhutla
CBI Group Kembali Bantu 2.000 Liter BBM untuk Karhutla TNTP
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Armada Logistik Mulai Beralih ke Listrik, DHL Tambah 30 Mobil EV
Pertamina Larang Pembelian Pertalite Berulang untuk Dijual Kembali
BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Gejolak Pasar Modal
Komentar (0)
Memuat komentar…







