PEMERINTAH Kabupaten Seruyan optimistis tingkat perekonomian daerah akan membaik di 2016 mendatang. Bahkan, optimisme itu kian menguat kala pembangunan infrastruktur dan akses jalan bisa menyentuh hingga pelosok.

“Masalah akses jalan patut kita syukuri di 2015 sudah tembus semua. Namun, jalan ini yang masih berupa agregat atau rata-rata masih berupa tanah. Jadinya akan sulit dilalui di saat musim penghujan seperti saat ini,” kata Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Seruyan Wiktor T Nyarang, di Kuala Pembuang, beberapa waktu lalu.

Kemudian, terkait distribusi barang melalui jalur laut yang berada di Kuala Pembuang. Sebelumnya pemerintah daerah telah berencana untuk mengeruk muara sungai agar kapal-kapal laut bisa masuk ke Kuala Pembuang. Setelah itu, pendistribusian barang dan jasa dari ibukota ke antar kecamatan akan menjadi lancar.

“Semoga saja hal tersebut dapat terwujud sehingga harga barang dari luar daerah ini bisa ditekan. Bahkan, harga barang ini akan lebih murah dari daerah tetangga kita. Asalkan infrastruktur kita sudah fungsional. Jadi, masyarakat dari daerah hulu sudah tidak perlu lagi datang ke daerah tetangga seperti Sampit (Kotim) dan Pangkalan Bun (Kobar),” katanya.

Menurut Wiktor, banyaknya pembangunan pasar desa itu juga karena infrastruktur jalan antar desa sudah membaik. Sehingga perekonomian di pedesaan bisa meningkat.

Peningkatan jumlah penduduk juga menjadi salah satu acuan bahwa tingkat perekonomian juga meningkat.

“Layaknya di pasar-pasar, apabila banyak pembelinya banyak berarti pertumbuhan penduduk kian meningkat,” katanya meski tidak menyebutkan persentase perkiraan pertumbuhan perekonomian di Seruyan.  

Sedangkan yang membuat jatuhnya perekonomian seperti keterlambatan proses lelang.(PP/B-11)