BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yura Djalins mengatakan bahwa setiap survei konsumen yang dilakukan Bank Indonesia sebenarnya tidak mencatat pengaruh perpindahan penduduk.
Meski demikian, survei ini mencatat indeks keyakinan masyarakat terhadap perekonomian pada umumnya.
"Keyakinan konsumen sejauh ini lebih kepada survei dengan sampel masyarakat di kota Palangka Raya dan indikatornya lebih melihat pada keyakinan masyarakat terhadap indikator pertumbuhan atau kondisi ekonomi, ketersediaan lapangan pekerjaan, kondisi penghasilan, sementara pengaruh adanya perpindahan penduduk tidak termasuk dalam indikator Survei Konsumen Bank Indonesia," katanya, Jumat 20 Mei 2022.
Meski diketahui bahwa peningkatan perpindahan penduduk selalu terjadi setelah libur lebaran hal ini menurut Yura tidak menjadi acuan terkait peningkatan permintaan serta indeks keyakinan konsumen.
"Namun secara umum kondisi ekonomi yang terus membaik, artinya terjadi peningkatan konsumsi biasanya berdampak pada indeks yang meningkat pula," tuturnya.
Pertumbuhan ekonomi menurut Yura biasanya akan diikuti tekanan inflasi dari sisi harga barang dan jasa sejalan dengan roda perekonomian yang bergerak.
"Namun Bank Indonesia bersama dengan TPID di seluruh Indonesia tetap memantau perkembangan harga dan terus berupaya untuk menjaga inflasi agar tetap berada pada sasarannya sehingga kestabilan rupiah tetap terjaga," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)









