HARAPAN warga transmigrasi khususnya di DO, A1 dan A2 Desa Polos agar ada peningkatan di jalan tembus dari Simpang Dinamika Kecamatan Pangkalan Banteng, menuju Sungai Bedaun, Kecamatan Kumai, segera terpenuhi. Selama puluhan tahun, jalan yang dibuka 1980-an itu berupa timbunan dengan latrit dan batu-batu tajam.

Bupati Kobar, Bambang Purwanto, mengatakan, pada tahun ini jalan itu mengalami peningkatan. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bakal menggelontorkan anggaran prioritas baik dari APBD I dan APBD II.

“Jalan ini sudah saya programkan semenjak saya masih menjabat sebagai Kadis di Nakertrans,” kata Bupati Kobar, Bambang Purwanto melalui sambungan telepon, Jumat (1/1/2016).

Ia masih akan melihat terlebih dahulu apakah nantinya peningkatan jalan tersebut menggunakan cor beton atau pengaspalan. Menurutnya, dengan melalui jalur itu jarak tempuh Pangkalan Banteng- Bedaun menjadi sekitar 35 Kilometer. Sementara kalau melewati jalur Kumai Pangkalan Banteng masyarakat membutuhkan jarak tempuh 70 km. “Peningkatan jalan tersebut mempersempit jarak tempuh hingga 35 kilometer,” kata Bupati.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kobar, Juni Gultom, mengatakan tahun ini pemerintah daerah menganggarkan dana sebesar Rp12 miliar dengan panjang mencapai 4 kilometer.

“Dengan plus dan minusnya 4 kilometer,” kata dia.

Terpisah, Anggota DPRD Komisi C Sri Purwanti. Perempuan yang menjabat sebagai ketua Fraksi Partai Nasdem ini mengapresiasi rencana peningkatan jalan Simpang Dinamika menuju Bedaun. Menurutnya jalan tersebut sekian lama tidak ada perhatian dari pemerintah.

Ia berharap dengan membaiknya akses jalan di wilayah tersebut akan meningkatkan perekonomian warga. “Semoga jalur transmigrasi tersebut akan terus ditingkatkan hingga ke Bedaun,” ujarnya.
(KK/B-2)