SEKITAR 15 personil dikerahkan untuk menggelar razia dadakan yang tersebar didua titik.

Sebagian merazia di Jalan Melati hingga menuju arah pasar induk Kapuas. Sebagian lainnya menyisir wilayah Kelurahan Selat Hulu hingga Jalan Sudirman.

Sasaran razia yang dilakukan aparat Polsek Selat ini adalah kembang api dan petasan, Rabu (30/12) pukul 16.30 WIB. Sayangnya, dalam razia kali ini tanpa hasi.

“Pedagang yang biasa menjual kembang api besar di Jalan Melati kala kita temui ternyata tidak menjual saat menjelang tahun baru. Dia hanya menjual saat menjelang Idul Fitri.

Alhamdulillah tempat lain juga kita hanya menemui pedagang kecil yang menjual kembang api berdaya ledak kecil, sehingga kita tidak menyita apa pun,” jelas IPTU Rizal anggota Polsek Selat.

Biasanya jika razia, aparat Polsel Selat hanya menyita kembang api berdaya ledak besar.

Rizal menjelaskan razia ini digelar sebagai tindak lanjut maklumat Kapolda Kalteng untuk melakukan pemeriksaan kepada penjual kembang api.

Razia ini sekaligus dalam rangka cipta kondisi peraya­an Natal dan tahun baru 2016. “Selain berbahaya, suara kembang api yang nyaring juga bisa menggangu ketertiban umum. Dengan adanya razia ini diharapkan bisa menjaga suasana kondusif yang selama ini sudah tercipta di Kapuas,” ungkapnya.

Sementara itu dalam menyambut tahun baru 2016, pihaknya mengharapkan masyarakat jangan menyam­but pergantian tahun deng­an euphoria berlebihan, tapi lakukan dengan damai dan penuh syukur.

“Jangan juga melempar petasan atau kembang api sembarangan, karena takut akan muncul api. Begitu juga jangan minum minum­an keras, karena bisa memi­cu­ perkelahian serta bagi yang melakukan masak bersama di rumah harus menjaga api.” (B-6)