Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meraih predikat terbaik keempat nasional dalam hal pengelolaan dan penyaluran beras bagi masyarakat kurang mampu (rastra) 2015.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Putu Sudarsana saat rapat evaluasi bersama program rastra (dahulu disebut raskin-red) Pemkab Kotim dengan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Drive) Sampit, Rabu (30/12/2015).

“Kita patut berbangga hati karena mendapatkan predikat terbaik keempat secara nasional. Prestasi ini, saya harap bisa dipertahankan atau ditingkatkan ke depan,” kata Putu.

Ia melanjutkan prestasi Kotim dalam hal pengelolaan rastra ini merupakan hasil kerja keras dan kekompakan semua pihak secara lintas sektoral dalam mengelola dan menyalurkan beras untuk keluarga prasejahtera tersebut. Yakni, Perum Bulog dan Pemkab Kotim mulai dari tingkat SKPD, kecamatan, desa/kelurahan hingga ketua RT dan RW.

“Meski Kotim peringkat empat nasional, bukan berarti tidak ada masalah dalam pengelolaan dan penyaluran Rastra. Selama ini, masih terdapat banyak masalah di lapangan terutama terhadap para penerima yang dinilai masih belum tepat sasaran,” ungkap dia.

Untuk itu, lanjut dia, ke depan Pemkab Kotim akan menata ulang sistem penyaluran rastra terutama dalam hal pengawasan. Sehingga, beras yang disalurkan benar-benar tepat sasaran. “Harus diakui memang ada kelemahan dalam pengawasan penyaluran raskin ini. Ini harus menjadi perhatian kita semua sehingga ke depan tidak ada lagi masalah yang muncul di masyarakat,” tegas dia.

Ditemui di tempat yang sama, Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kotim Halikin Noor mengatakan, permasalahan distribusi raskin tahun 2015 lalu yakni verifikasi ulang terhadap data rumah tangga sasaran (RTS). Pasalnya, ada perubahan nama RTS agar penyaluran rastra 2016 bisa tepat sasaran.

“Solusinya agar beras diberikan ke daerah beberapa bulan sebelumnya, sehingga pelaksanaan validasi data di lapangan dapat dilaksanakan dari awal, sehingga pelaksanaan program bisa tepat sasaran dan tepat waktu,” cetus dia. (FI/B-8)