Prestasi membanggakan, serapan anggaran Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merupakan yang tertinggi se-Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Oleh karena itu, prestasi ini harus dipertahankan.

Hal itu disampaikan Penjabat Bupati Kotim Godlin saat rapat evaluasi akhir tahun di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kotim, Kamis (31/12/2015).

“Prestasi ini harus terus kita tingkatkan atau minimal dipertahankan. Selain serapan kita tertinggi, Kotim juga menjadi daerah dengan APBD tertinggi di Kalteng,” kata Godlin.

Ia melanjutkan APBD Kotim tahun 2015 naik signifikan dengan komposisi pendapatan Rp1,4 triliun lebih dan belajan Rp1,5 triliun lebih. Akhir tahun ini, ada defisit sekitar Rp92,4 miliar. “Namun saya yakini itu masih bisa ditutupi,” tegas dia.

Sedangkan untuk realisasi pelaksanaan pembangunan fisik, lanjut dia, sudah mencapai 95%, kemudian realisasi keuangan 92% dan realisasi pendapatan mencapai 95%. Ia berharap realisasi pendapatan bisa mencapai 100% atau lebih pada tahun-tahun mendatang.

Menurut Godlin, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras semua pihak, seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di Kotim sangat kompak. Sehingga bisa bekerja maksimal mempersembahkan hasil terbaik untuk masyarakat dan daerah.

“Jangan sampai karena selama dipimpin oleh saya seorang saya selaku penjabat bupati, hasilnya malah mundur. Saya berharap kita justru bisa lebih baik. Saya yakin kita bisa lebih baik. Kita bisa berkomunikasi dengan baik,” ujar Godlin.

Ia menjelaskan APBD Kotim memang terus meningkat signifikan khususnya selama kepemimpinan Bupati Supian Hadi para periode 2010-2015. Jika pada 2010 lalu, APBD Kotim hanya sekitar Rp700 miliar, pada tahun 2015 ini sudah mencapai Rp1,5 triliun. Bahkan APBD 2016 ini diperkirakan bertambah menjadi Rp1,6 triliun.

“Meski begitu, kita harus tetap bekerja keras dan menjaga kekompakan agar bisa mencapai target seperti mempertahankan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari pemeriksaan BPK RI yang telah diraih Kotim,” pungkas dia. (FI/B-8)