KEBAKARAN sebuah toko di Jalan Pangeran Antasari RT 18 Kelurahan Mendawai, mewarnai malam pergantian tahun 2015-2016. Toko Hidayah yang berada di sisi kiri Jalan Bundaran Jam Kelurahan Mendawai terbakar pada Jumat (1/1/2016) sekitar pukul 02.25 WIB. Toko dua lantai itu hangus beserta isinya dengan kerugian mencapai sekitar Rp100 juta. Belum diketahui apa penyebab kebakaran yang terjadi pada dini hari itu.

Sumber Borneonews mengungkapkan, warga mengetahui terjadi kebakaran setelah mendengar kentongan tiang listrik dipukul salah seorang warga. Saat itu, api sudah membesar dari bagian tengah toko yang tidak berpenghuni sekitar pukul 2.25 WIB dinihari.

Ia tidak mengetahui asal sumber api yang membakar toko kelontong tersebut. Meski begitu, menurutnya, sangat kecil kemungkinan terjadi arus pendek. Pasalnya, di bagian tengah ruang toko tidak ada kabel ataupun benda-benda yang berhubungan dengan arus listrik.

Selain itu, pada saat kebakaran terjadi lampu masih terlihat menyala. “Kalau karena arus pendek listrik tidak mungkin karena lampu masih nyala saat kebakaran terjadi,” kata sumber itu. Ia menduga ada aktivitas lain di dalam toko yang menjadi penyebab kebakaran.

Sering kecurian

Sumber tersebut juga mengungkapkan, jika toko itu sering kecurian. Sebab, toko itu tidak dijaga sampai malam. Pemiliknya tinggal di Bamban, Kelurahan Sidorejo. “Bisa saja kan waktu itu toko tersebut dimasuki orang tidak bertanggung jawab. Saya pernah lewat pukul 02.00 WIB lampu depan masih nyala, tapi tidak lama saya balik lagi lampu depan mati tapi di dalam lampunya hidup.”

Sementara itu, pemilik Toko Hidayah, Gufron, mengetahui tokonya terbakar setelah mendapat telepon dari seorang warga pukul 03.00. Ia pun tidak yakin arus pendek listrik menjadi penyebabnya. “Saat petugas Damkar datang listrik masih nyala, akibat kebakaran ini taksiran saya sekitar seratus juta,” kata dia.

Ia juga membenarkan toko miliknya sering disatroni pencuri, dari rokok, parfum, uang bahkan gas elpiji serta pulsa sering hilang. Intensitasnya pun termasuk sering, bahkan hampir tiap bulan. “Memang sering saya kehilangan sebelum kebakaran ini terjadi,” kata PNS di bagian Hukum Pemkab Kobar ini.

Terpisah, M Muntaha, anggota Damkar Kobar mengatakan, api berhasil dipadamkan sekitar satu jam setelah api muncul atau pada pukul 3.40 WIB dengan menerjunkan lima unit mobil pemadam.
(KK/B-2)