KALANGAN Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunung Mas (Gumas) mengharapkan agar APBD Kabupaten Gumas 2016 berbasis kinerja. Sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar untuk kepentingan masyarakat.
“Pada anggaran berbasis kinerja atau prestasi kerja yaitu suatu pendekatan penganggaran secara kuantitas dan kualitas yang terukur untuk kepentingan masyarakat. Bukan bersifat konsumtif pada program yang tidak langsung dirasakan manfaatnya untuk masyarakat,” ujar Juru Bicara Fraksi PDIP Elvi Esi saat menyampaikan pendapat akhir Fraksi PDIP terhadap RAPBD Gumas 2016 di sidang paripurna DPRD Gumas, Rabu (30/12/2015).
Disampaikan, APBD pada hakekatnya merupakan suatu instrument kebijakan yang dipakai sebagai alat untuk meningkatkan pelayanan umum dan kesejahteraan masyarakat. Untuk menghasilkan anggaran yang yang sesuai harapan dan kondisi normatif. Maka APBD pada hakekatnya merupakan penjabaran kuantitatif dari tujuan dan sasaran pemerintah.
Sedangkan, juru bicara Fraksi NasDem Tatau Arnold Pisy mengatakan, APBD 2016 sebagaimana yang telah dibahas secara cermat dalam rapat gabungan komisi, tergambar sangat jelas dan dapat dipahami bahwa pemerintah ingin rotasi di segala bidang. Baik kebijakan skala prioritas mau pun kebijakan umum yang menyetuh langsung kepentingan masyarakat.
“Sebagai catatan dan koreksi bagi kami adalah dalam struktur APBD 2016 masih terlihat kegiatan yang diajukan SKPD yang masih tidak mencerminkan efisiensi anggaran. Seperti belanja barang dan jasa mau pun belanja modal yang bersifat seremonial,” ujar Tatau.
APBD Kabupaten Gumas yang telah disahkan yakni Pendapatan ditargetkan Rp1.028.229.351.875.Sementara belanja ditargetkan Rp1.048.280.811.494, Ada defisit sebesar Rp20.051.495.619.
(B-11)


